Kemana kamu??

August 14th, 2007 by keep-fight

Saat tak ada lagi
manusia yang kutahu
dapat menjawab..
Kemana keadilan pergi?
Semakin ia kucari
semakin ia menjauh..
Aku tak lagi mencari keadilan..
Aku telah tahu ia tak ada lagi..
Namun kini aku hanya ingin tahu..
Kemana lagi perginya cinta?
Apa ia pergi juga
bersama keadilan yang tak lagi kutunggu
namun jika cinta memang pergi..
aku tak keberatan untuk menanti..
Karena kemanapun ia melangkah
aku tahu suatu hari ia pasti kembali
karena ia telah berjanji,
Jika aku masih bersama harapan
ia takkan pernah pergi..
Jika aku tak melihatnya
bukan karena ia tak ada..
melainkan karena cahaya keyakinanku
tak cukup terang untuk membuatku dapat melihatnya
Namun aku juga ingin bertanya padanya
Seberapa terang cahaya itu?
telah susah payah kujaga nyalanya..
Kadang dia lelah menyala..
karena nyalanya tak kunjung menunjukkan dirimu
Hingga kadang ia meredup..
dan dengan sekuat tenaga ia kembali menyala terang?
dimana kau bersembunyi..
Tolonglah..jangan lari seperti keadilan..
keluarlah dari tempatmu sembunyi
keyakinanku mulai padam..
Aku takut tak bisa melihatmu lagi..

Antara Jakarta-Tangerang

August 7th, 2007 by keep-fight

I really have start a new thing in Jakarta-Jatake(Tangerang) Akhirnya..setelah 1.5 bulan terkurung di mess-mobil Pregio-pabrik saya bisa liat lagi yang namanya internet.Barusan adzan baru berkumandang.Waktu saya melirik jam memang menunjukkan pukul 11.57. kalau diingat-ingat, biasanya jam segini saya akan berdiri di depan musholla, menunggu salah seorang dari lima orang tim KP kami yang berada di kamar mandi, bersiap-siap menuruni tangga menuju kantin Mba Tri. Saya agak surprise, ternyata pengalaman KP 1.5 bulan aja bisa meninggalkan jejak sedalam ini(Buat yang ngerti,jangan disalahartikan ya..) Banyak pelajaran berharga, banyak ilmu yang bahkan mungkin tidakbisa sayadapat di kampus saya yang katanyaterbaik senegeri ini. Banyak orang baik yangbaru saya temui sepanjang hidup saya, yang belum pernah saya temukan di antara sekumpulan orang-orang pintar di sekeliling saya.. Banyak hal yang merubah paradigma saya tentang banyak hal pula.. Itu sebabnya saya bisa berkata.. I’ve start a new thing in my life..

uNtItLeD

June 3rd, 2007 by keep-fight

        Langit mendung lagi. Padahal baru saja beberapa menit yang lalu saat aku keluar rumah, matahari masih bersinar dengan teriknya. Ini bulan Mei. Seharusnya memang musim kemarau. Ah, tapi mana ada aturan musim di Indonesia sekarang ini?
        Aku mengenakan jaket abu-abu kesayanganku. Bukan sesuatu yang wajar membawa jaket saat panas terik tadi. Tapi nyatanya feeling-ku kali ini benar. Hanya selang beberapa menit dan cuaca mendadak berubah drastis. Angin bertiup kencang dan langit semakin gelap.
       Ponselku bergetar. Buru-buru aku membuka tasku untuk mengangkatnya sebelum ia mengeluarkan bunyi yang sangat keras yang bisa membuat seisi angkutan umum melihat ke arahku. Ya, aku lupa lagi mengecilkan volume ringernya. Untung telepon itu berhasil kuangkat sebelum ia mengoceh keras-keras.
        "Halo.." sapaku saat berhasil membuka flip ponselku.
        "Nad, lo di mana?" tanya suara di seberang sana
       "Gue di jalan. Bentar lagi nyampe. Tapi gue mau ke ATM dulu ya. Lo tunggu aja di tempat biasa. Gak lama kok.."
        "Oh, ok..sip. See u ya.."
        "Daah", kututup kembali flip ponselku. Tepat saat agkutan umum yang kutumpangi tiba di depan kampusku.
        "Kiri,kiri.." seruku meminta sang sopir untuk berhenti. Aku turun sambil menyerahkan dua lembar uang ribuan ke abang berkumis yang duduk di depan kemudi.
        Aku langsung berjalan menuju mesin ATM yang ada di sebelah kiri gerbang kampus. Setelah menarik beberapa lembar uang limapuluhribuan aku bergegas menuju tempat aku dan Lea bertemu. Lea, teman dekatku yang menelepon beberapa menit lalu saat aku berada di angkutan umum.
       Jarak antara gerbang dan tempat janjian aku dan Lea lumayan jauh. Kurapatkan jaketku karena angin bertiup semakin kencang. Saat itulah kudengar sebuah suara memanggilku dari belakang.
        "Nadine.."
        Sebuah kepala menyembul dari mobil sedan biru yang kini berada sejajar denganku. Dimitri. Aku terdiam sesaat. Why could it be so coincidence? Aku tersenyum dan berusaha mengeluarkan suara dari tenggorokanku.
        "Hai.." sapaku berusaha ramah
        "Mau kemana?" tanyanya sambil tersenyum. Aku berusaha sekeras mungkin agar tak meleleh.
        "Ke jurusan. Lo?" tanyaku balik. Aku memandang ke bangku di samping Dimitri. Kosong. Aku tahu kalimat apa yang selanjutnya akan dikatakannya.
        "Sama. Bareng yuk..", yup. Seratus untuk Nadine. Walaupun sebenarnya agak klise dan memang tidak sulit untuk ditebak, Dimitri bukan orang yang semudah itu untuk ditebak. Pernah suatu malam, jam 1 malam aku dan Lea bertemu Dimitri di jalan dan ia sama sekali tidak menawarkan diri untuk mengantar. Is he really a guy?
        Aku menatap wajahnya sepersekian detik. Ia menekan central lock untuk membuka pintu penumpang depan. Aku berjalan dan langsung masuk ke dalam mobilnya.
        "Gimana liburan?" tanyanya begitu mobil melaju.
        Aku merasa de ja vu..

                                                                                                                      

to be continued..

Then I Will

May 8th, 2007 by keep-fight

So much pain..
It’s written in ur face that i can see it
just to see ur smile would make me so glad..
coz nothing more precious in this world than seeing u happy
if u’re lonely..
all you have to do is remember me..
and i’ll come to you even u’re not calling..

I never thought i will care this much..
But to see tou sad would only break my heart so much
But nothing i can do
to take all those pain away..
Unless u ask me..

Then I will..

…..

May 2nd, 2007 by keep-fight

Yang saya sadari hari ini..
Begitu jauh saya telah tertinggal..
Entah bagaimana saya bisa mengejar..
Saat ini saya begitu kecil untuk bisa berada di sana..
Tapi di hati ini masih ada mimpi..
Harapan, keinginan, cita yang masih ingin saya capai..

Hari ini saya kecil..
Tapi tantangan, bukan hal yang akan membuat saya lebih kecil lagi..

Hal ini memang sulit, tapi mungkin untuk dilakukan..

Loving/Adoring??

April 18th, 2007 by keep-fight
Pernah gak sih denger pertanyaan,"Kenapa sih lo bisa suka sama dia?"
Sejujurnya, saya sering banget denger pertanyaan semacam itu. Baik ditujukan buat saya maupun saya yang mengajukan.
Sebenernya apa sih yang kita lihat saat kita tertarik dengan lawan jenis. At first, mungkin ada sesuatu yang membuat kita tertarik. Tapi, lama kelamaan, menjawab pertanyaan itu mungkin akan jadi sesuatu yang sangat sulit.
Coba kita pikir lagi.
Kita berharap seseorang menyukai kita apa adanya. Dengan segala kelebihan dan kekurangan kita. Lalu bukankah orang lain juga pasti menginginkan hal yang sama?
Cinta itu buta, tuli dan bisu.
Begitu ungkapan yang sangat sering saya dengar selama ini.
Tapi mungkin ungkapan itu sama sekali salah. Justru kita mungkin bisa melihat sesuatu yang gak bisa dilihat orang lain. 
Saat semua orang membicarakan kejelekan pasangan kita, yang mungkin saja benar tapi mungkin saja salah, kita tahu kalau dia juga punya kelebihan. Kalau dia juga punya kebaikan di dalam dirinya.
Begitu juga saat kita mendengar orang lain membicarakan kelebihan pasangan kita. Kita juga tahu kalau dia juga punya kekurangan.
Kita bisa menerima semua itu memang ada dalam diri dia, karena itulah kita bisa menyukai dia. Dalam satu paket lengkap.
Karena kita mencintai, bukan memuja.
Ada satu film yang mengingatkan saya tentang hal ini, yaitu If Only.
Di salah satu adegan di film itu sang cewek bertanya ke sang cowok, "Do you love me?"
dan si cowok menjawab,"I adore you.."
si cewek kecewa dan berbalik pergi. Saat si cowok bertanya kenapa, si cewek menjawab,
"I don’t want to be adored. I want to be loved."
Dan itulah yang mungkin terjadi saat kita menyukai seseorang. Bukan seseorang yang harus kita kagumi kebaikan dan kelebihannya. Tapi seseorang yang kita sukai karena dia adalah dirinya. Because we’re loving, not adoring.

Dalam kehilangan dan ketiadaan..

March 15th, 2007 by keep-fight

Di tengah semua hiruk pikuk tugas, laporan, dan semua kesibukan yang saya jalani.. Ternyata hal itu tidak bisa saya lupakan dengan mudah..

Saya jadi sedikit lebih emosional karenanya..Hari ini di gazebo depan tata usaha prodi yang baru dibangun, saya mengerjakan tugas kelompok besar PTI saya. Salah seorang teman satu kelompok saya bertanya "Yang marketing udah dimasukin?"

"Belum..", jawab saya dengan nada agak tinggi.

"Yang kita, udah dimasukin belum",teman saya kembali mengulang pertanyaannya.

"Belum..", sekarang nada suara saya bahkan lebih tinggi lagi dibanding yang pertama.

Seketika muncul perasaan amat bersalah saat itu juga. Saya langsung meminta maaf karena bersikap terlalu emosional. Untung teman saya tidak marah.

Kali kedua, di kantin saat saya makan siang sehabis menyelesaikan tugas di gazebo tadi. Saya lupa apa yang saya katakan, tapi teman saya bilang,"Ma, lo kok kaya yang sewot gitu sih?"

Saya tersentak untuk kedua kalinya. Tapi saya hanya bilang "Iya gitu?". Tapi saya tahu dia benar. Memang ada sesuatu dengan diri saya. Hanya saja tidak banyak orang yang tahu, juga tidak banyak yang bisa mengerti.

Baru kali ini saya menyadari betapa naifnya saya. Saat semua sudah terlambat dan saya dikhianati oleh orang yang saya percaya, orang yang selama ini saya anggap orang yang baik, lugu dan polos. Terlalu mudah saya percaya pada orang lain. Saya kira dia akan menghargai perasaan saya dan menjaga perasaannya. Tapi saya baru sadar kalau saya salah, karena saya terlalu naif. Terlalu bodoh.

Saya memang tidak kehilangan,hanya merasa dikhianati..Hanya merasa kehilangan harapan atas sesuatu yang saya perjuangkan..

Aku yang memikirkan

Namun aku tak banyak berharap

Kau membuat waktuku tersita dengan angan tentangmu

mencoba lupakan..tapi ku tak bisa..

mengapa begini?

Mungkin aku bermimpi

menginginkan dirimu untuk ada di sini menemaniku

Mungkinkah kau yang jadi kekasih sejatiku?

Semoga tak sekedar harapku

Bila kau tak menjadi milikku

Aku takkan menyesal telah jatuh hati..

(Yovie W feat Monita, Kekasih Sejati)

How an Ordinary Woman Can Have an Extraordinary Life

February 20th, 2007 by keep-fight

Jumat pagi, 16 Februari saya dan dua orang teman datang ke perpustakaan pusat untuk mencari bahan buat tugas Ektek yang harus dikumpul Senin kemarin. Kurang beruntung, dua teman saya gagal mencari bahan karena komputer yang internetnya connect cuma komputer yang saya pakai.
Lalu, karena gak ada kerjaan, salah satu teman saya berkeliling melihat-lihat buku yang disusun di rak-rak di sekeliling ruangan. Beberapa saat kemudian dia kembali dan duduk di sebelah saya dan memegang sebuah buku bersampul biru dan bertuliskan "How an Ordinary Woman Can Have an Extraordinary Life". Saya melirik sekilas, membaca tulisan itu dan kembali beralih ke komputer. Tapi judul buku itu hingga hari ini masih membekas di ingatan saya.
Hari ini, setelah selesai kuliah agama dan mengumpulkan tugas otomasi titipan seorang teman yang sedang sakit, saya lalu teringat lagi dengan buku itu. Sekalian killing time menunggu selama 4 jam sebelum saya harus berangkat ke Jakarta, saya akhirnya memutuskan mendatangi kembali ruangan Sampoerna di perpustakaan pusat untuk melihat-lihat siapa tahu ada buku bagus lainnya.
Di sana saya menemukan kembali buku itu, saya ambil lalu saya duduk di sofa putih empuk yang ada di sana dan mulai membaca.
Huruf demi huruf saya baca buku itu dan menyadari bahwa apa yang tertulis di buku itu benar-benar bisa membuat seorang perempuan merasa memiliki hidup yang extraordinary. Saya bisa membenarkan karena saya melihat bukti seorang perempuan yang melakukan hal-hal yang tertulis di dalamnya, dan juga mengajari saya hal-hal tersebut, dan saya selalu melihat dia menikmati hidupnya dan mendapatkan hal-hal yang diinginkan banyak perempuan. Bukan kepopuleran, materi atau hal2 semacam itu, tapi lebih kepada ketenangan dan kepuasan batin.
Buku ini bacaan wajib buat semua perempuan yang benar-benar menginginkan hidup yang lebih baik, lebih bahagia dan lebih berwarna.
Buat cewek2, buku ini benar2 untuk kamu!

Disini semua dimulai..

February 15th, 2007 by keep-fight

Ada saat dimana saya mungkin memang harus memilih untuk mengikuti kata hati. Banyak suara di luar sana, tapi pada akhirnya saya hanya akan memilih untuk menutup telinga dan mengikuti kata hati..

Beberapa waktu yang lalu hal itu ternyata berhasil, walau juga berhasil membuat saya semakin bingung. Semakin banyak misteri yang harus diungkap. Perlahan, saya mencoba memahami makna di balik semua yang terjadi. Rasa takut kadang muncul, dia datang untuk menyuruh saya menghadapinya.

Kali ini saya tidak ingin menghindar. Walau kemanapun semua ini akan membawa saya, biarlah kata hati saya yang menuntun tangan dan kaki saya. Karena diri ini begitu berharga untuk disia-siakan lagi oleh diri saya sendiri..

Lukisan Tuhan

February 14th, 2007 by keep-fight

Saya bingung..memikirkan jalan hidup yang sudah saya lalui..

Itu masa lalu..saya tau..

Saya memandangi garis yang Tuhan lukis di telapak tangan saya..lukisan yang telah tergores sejak saya lahir..jalan hidup yang telah,sedang dan akan saya lalui..

Saya memandangi garis-garis itu satu per satu..begitu banyak cabang di sana..

Saya teringat saat saya melihat garis tangan kakak saya…begitu jelas..tegas dan hampir tanpa cabang..
apakah jalan hidup yang saya lalui lebih berliku dari jalan hidup yang dia lalui?

Kenapa Tuhan menciptakannya seperti itu..?

Saya ingin sekali tahu kemana semua cabang..semua persimpangan tersebut akan membawa saya..

Apakah akan berujung dengan hal yang baik?

Saat ini saya mungkin sedang berada di salah satu cabang itu..

Hanya saja cabang itu sepertinya sudah menjadi suatu pola dalam hidup saya..
Sesuatu tampak begitu mudah ketika saya tidak menginginkannya..

Kini saat saya menginginkan sesuatu..saya bahkan tidak bisa melakukan apapun untuk itu..kecuali saya mau mengambil resiko untuk terjatuh lagi..

Sebenarnya tidak apa buat saya jika saya harus terjatuh dan terluka lagi..
Saya akan bangun lagi setelah saya terjatuh..
Tapi setidaknya saya sudah melakukan sesuatu..saya sudah mencoba…
Tapi apa yang saya harus lakukan ktika semua hal menjadi sesuatu yang tidak mungkin?