How an Ordinary Woman Can Have an Extraordinary Life
Jumat pagi, 16 Februari saya dan dua orang teman datang ke perpustakaan pusat untuk mencari bahan buat tugas Ektek yang harus dikumpul Senin kemarin. Kurang beruntung, dua teman saya gagal mencari bahan karena komputer yang internetnya connect cuma komputer yang saya pakai.
Lalu, karena gak ada kerjaan, salah satu teman saya berkeliling melihat-lihat buku yang disusun di rak-rak di sekeliling ruangan. Beberapa saat kemudian dia kembali dan duduk di sebelah saya dan memegang sebuah buku bersampul biru dan bertuliskan "How an Ordinary Woman Can Have an Extraordinary Life". Saya melirik sekilas, membaca tulisan itu dan kembali beralih ke komputer. Tapi judul buku itu hingga hari ini masih membekas di ingatan saya.
Hari ini, setelah selesai kuliah agama dan mengumpulkan tugas otomasi titipan seorang teman yang sedang sakit, saya lalu teringat lagi dengan buku itu. Sekalian killing time menunggu selama 4 jam sebelum saya harus berangkat ke Jakarta, saya akhirnya memutuskan mendatangi kembali ruangan Sampoerna di perpustakaan pusat untuk melihat-lihat siapa tahu ada buku bagus lainnya.
Di sana saya menemukan kembali buku itu, saya ambil lalu saya duduk di sofa putih empuk yang ada di sana dan mulai membaca.
Huruf demi huruf saya baca buku itu dan menyadari bahwa apa yang tertulis di buku itu benar-benar bisa membuat seorang perempuan merasa memiliki hidup yang extraordinary. Saya bisa membenarkan karena saya melihat bukti seorang perempuan yang melakukan hal-hal yang tertulis di dalamnya, dan juga mengajari saya hal-hal tersebut, dan saya selalu melihat dia menikmati hidupnya dan mendapatkan hal-hal yang diinginkan banyak perempuan. Bukan kepopuleran, materi atau hal2 semacam itu, tapi lebih kepada ketenangan dan kepuasan batin.
Buku ini bacaan wajib buat semua perempuan yang benar-benar menginginkan hidup yang lebih baik, lebih bahagia dan lebih berwarna.
Buat cewek2, buku ini benar2 untuk kamu!