Loving/Adoring??

Pernah gak sih denger pertanyaan,"Kenapa sih lo bisa suka sama dia?"
Sejujurnya, saya sering banget denger pertanyaan semacam itu. Baik ditujukan buat saya maupun saya yang mengajukan.
Sebenernya apa sih yang kita lihat saat kita tertarik dengan lawan jenis. At first, mungkin ada sesuatu yang membuat kita tertarik. Tapi, lama kelamaan, menjawab pertanyaan itu mungkin akan jadi sesuatu yang sangat sulit.
Coba kita pikir lagi.
Kita berharap seseorang menyukai kita apa adanya. Dengan segala kelebihan dan kekurangan kita. Lalu bukankah orang lain juga pasti menginginkan hal yang sama?
Cinta itu buta, tuli dan bisu.
Begitu ungkapan yang sangat sering saya dengar selama ini.
Tapi mungkin ungkapan itu sama sekali salah. Justru kita mungkin bisa melihat sesuatu yang gak bisa dilihat orang lain. 
Saat semua orang membicarakan kejelekan pasangan kita, yang mungkin saja benar tapi mungkin saja salah, kita tahu kalau dia juga punya kelebihan. Kalau dia juga punya kebaikan di dalam dirinya.
Begitu juga saat kita mendengar orang lain membicarakan kelebihan pasangan kita. Kita juga tahu kalau dia juga punya kekurangan.
Kita bisa menerima semua itu memang ada dalam diri dia, karena itulah kita bisa menyukai dia. Dalam satu paket lengkap.
Karena kita mencintai, bukan memuja.
Ada satu film yang mengingatkan saya tentang hal ini, yaitu If Only.
Di salah satu adegan di film itu sang cewek bertanya ke sang cowok, "Do you love me?"
dan si cowok menjawab,"I adore you.."
si cewek kecewa dan berbalik pergi. Saat si cowok bertanya kenapa, si cewek menjawab,
"I don’t want to be adored. I want to be loved."
Dan itulah yang mungkin terjadi saat kita menyukai seseorang. Bukan seseorang yang harus kita kagumi kebaikan dan kelebihannya. Tapi seseorang yang kita sukai karena dia adalah dirinya. Because we’re loving, not adoring.

Leave a Reply